Tas Bali emang unik. Kadang designnya bener-bener serasa tas branded, bedanya cuma di pemakaian material yang selalu memakai bahan natural. Tas Bali udah sampe ke manca negara, buktinya kami udah mengirim ribuan tas ke mancanegara. Ada kekurangannya ketika kita produksi tas bali, banyak copy cat di Bali ini, jadi begitu satu pengrajin keluar dengan 1 design yang biasanya dibuat berdasarkan permintaan export, semua bakal memproduksi tas yang sama.
Tapi harganya selalu berbeda-beda, walaupun penampilan luar mirip bahkan bisa dikatakan sama karena beberapa hal seperti:
1. Material
2. Jahitan
Untuk material yang umum yang dipakai untuk pembuatan tas bali adalah : Rotan, Egel, Pandan atau Lontar. Semua itu berdasarkan urutan kualitas. Kenapa kami banyak memfiturkan tas dari bahan rotan? karena Rotan itu exclusive, awet dan yang paling penting, enggak nyangkut di baju. Pernah kan ngalamin, dah pake baju cakep-cakep, tas yang kita pake nyangkut? merusak baju apalagi kalo bajunya sutra. Sementara untuk pemakaian pandan atau lontar, apabila proses pengolahan tidak benar, bahannya yang tajam bakalan ngerusak baju kita. Pengolahan bahan yang benar bisa meminize masalah itu, bahkan pandan atau lontar bisa jadi lembut dan lemas. Cuma ya itu karena banyak yang enggak tau terutama karena belanja online cuma secara visual, banyak yang akan mempertanyakan, "Kenapa kok itu lebih mahal daripada ini? padahal modelnya sama."
Alasannya ya itu tadi. Bahannya boleh sama "Pandan" tapi tingkat kelembutan pandan nya pasti berbeda. Belum lagi proses jahitan. Seperti jahitan barang dari Sukawati ama barang butik di Kuta pastilah beda. Skill dari si penjahit, tingkat kehalusan akan menentukan hasil akhir. Kami sendiri pernah membandingkan tas yang sama persis, tapi berbeda harga. ketika dibandingkan dengan lebih teliti, bakalan keliatan kalo yang lebih mahal tingkat kehalusannya lebih tinggi. Begitu juga bahannya, lebih halus daripada yang asal.
Ini sekedar masukan aja buat kalian. Di manapun kalian berbelanja, apalagi sekarang belanja online lagi ngetrend, hati-hati dalam meneliti. Karena kadang kita tertipu secara visual, dan juga harga yang murah.
Met berbelanja!
Tapi harganya selalu berbeda-beda, walaupun penampilan luar mirip bahkan bisa dikatakan sama karena beberapa hal seperti:
1. Material
2. Jahitan
Untuk material yang umum yang dipakai untuk pembuatan tas bali adalah : Rotan, Egel, Pandan atau Lontar. Semua itu berdasarkan urutan kualitas. Kenapa kami banyak memfiturkan tas dari bahan rotan? karena Rotan itu exclusive, awet dan yang paling penting, enggak nyangkut di baju. Pernah kan ngalamin, dah pake baju cakep-cakep, tas yang kita pake nyangkut? merusak baju apalagi kalo bajunya sutra. Sementara untuk pemakaian pandan atau lontar, apabila proses pengolahan tidak benar, bahannya yang tajam bakalan ngerusak baju kita. Pengolahan bahan yang benar bisa meminize masalah itu, bahkan pandan atau lontar bisa jadi lembut dan lemas. Cuma ya itu karena banyak yang enggak tau terutama karena belanja online cuma secara visual, banyak yang akan mempertanyakan, "Kenapa kok itu lebih mahal daripada ini? padahal modelnya sama."
Alasannya ya itu tadi. Bahannya boleh sama "Pandan" tapi tingkat kelembutan pandan nya pasti berbeda. Belum lagi proses jahitan. Seperti jahitan barang dari Sukawati ama barang butik di Kuta pastilah beda. Skill dari si penjahit, tingkat kehalusan akan menentukan hasil akhir. Kami sendiri pernah membandingkan tas yang sama persis, tapi berbeda harga. ketika dibandingkan dengan lebih teliti, bakalan keliatan kalo yang lebih mahal tingkat kehalusannya lebih tinggi. Begitu juga bahannya, lebih halus daripada yang asal.
Ini sekedar masukan aja buat kalian. Di manapun kalian berbelanja, apalagi sekarang belanja online lagi ngetrend, hati-hati dalam meneliti. Karena kadang kita tertipu secara visual, dan juga harga yang murah.
Met berbelanja!
Labels: Obras







